Jumat, 02 Oktober 2015

kegelapan sebelum cahaya

mungkin kita memang harus lebih dulu susah untuk bisa raih kemudahan, harus lebih dulu sengsara untuk bisa bahagia, karena sepertinya, kita masih dalam golongan orang yang baru bisa mensyukuri sehat jika datang setelah rasa sakit, mensyukuri terang jika datang setelah gelap, atau mensyukuri tawa jika datang setelah air mata..

kilau mutiara

engkau kilau mutiara, yang menyangka dirimu debu belaka..

lautan yang terabaikan (kalam Maulana Jalaluddin Rumi)

Engkau memperhatikan gelombang, tetapi mengabaikan Lautan ( Rumi )

menjadi telinga (kalam Maulana Jalaludin Rumi)

jika belum menjadi lisan Tuhan, maka jadilah telinga ( Rumi )

mata sebagai panutan

wahai segenap mata.. !!! Jadikan mata Nabimu sebagai panutan. Ia melihat kebenaran seterang siang. Memandang sesama dengan penuh kasih sayang. Melihat dunia bukan dengan kekaguman. Jika seperti itu matamu berlaku, Dengan mata Nabi, Ia akan disandingkan kala tengadah memandang Tuhan

Doa Nabi di Thaif

ya Allah.. apapun yang terjadi selagi Engkau tidak murka padaku aku tidak perduli.. ( doa nabi saat dilukai di hijrah tha'if )

tangan yang tertengadah

Ada tangan Tatkala Ia tengadah, Allah malu untuk tidak segera menjawab pintanya... kini, salah satu dari tangan itu ada disini.. ikutlah tengadah bersamanya ( Haul Syekh Abu bakar bin Salim : ahad, 3 jan 2010 jam 8 pagi cidodol jakbar ) ( Tabligh Akbar dan doa untuk anak bangsa : senin 4 jan 2010 jam 8 malam di monas jakpus )