Kamis, 27 Agustus 2015

doa perlindungan dari adzab kubur dan fitnah

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَةِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَشَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ وَشَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَشَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّ قَلْبِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَغْرَمِ وَالْمَأْثَمِ
dari 'Aisyah ia berkata; "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam biasa mengucapkan doa: "ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MIN 'AADZAABIL QABRI WA FITNATIN NAARI WA FITNATIL QABRI WA ADZAABIL QABRI WA SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAL WA SYARRI FITNATIL GHINA WA SYARRI FITNATIL FAQRI ALLAHUMMA IGHSIL KHATHAAYAAYA BIMA`ITS TSALJI WA BARADI WA ANTIQI QALBI MINAL KHATHAAYAA KAMAA ANQAITA ATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANAS ALLAHUMMA INNI A'UUDZU BIKA MINAL KASALI WAL HARAMI WAL MAGHRAMI WAL MA`TSAMI
l(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, fitnah neraka, fitnah kubur dan siksa kubur, kejelekkan fitnah Al Masih dajjal, kejelekkan fitnah kekayaan dan fitnah kejelekkan kafakiran. Ya Allah, basuhlah kesalahanku dengan air es dan embun, bersihkan hatiku dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan kain putih dari kotoran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, kepikunan, hutang yang tidak terbayar dan sebab yang mendatangkan dosa)."

(PERTANYAAN 2 MALAIKAT, YAITU MUNKAR DAN NAKIR)

(PERTANYAAN 2 MALAIKAT, YAITU MUNKAR DAN NAKIR)
diberi nama kedua malaikat dengan nama tersebut, karna kedua malaikat itu akan mendatangi jenazah dengan bentuk yg sangat menakutkan, sesungguhnya ciri2 kedua malaikat itu adalah bahwa keduanya berwarna hitam (tubuhnya) dan kebiru-biruan (matanya) dan ukuran matanya seperti kuali tembaga. dan dalam satu riwayat disebutkan, sorot matanya seperti kilat. suara kedua malaikat itu seperti guntur, di saat berbicara keluar dari mulut keduanya seperti api. di tangan masing2 kedua malaikat itu terdapat godam dari besi, dimana seandainya dipukul sebuah gunung dengan godam itu, pastilah gunung itu akan meleleh.
dan dalam riwayat lain disebutkan: ''Di tangan salah satu dari dua malaikat itu terdapat mirzabah (tongkat dari besi), dimana seandainya penduduk kota mina berkumpuluntuk mengangkatnya, niscaya mereka tidak akan mampu mengangkat tongkat tersebut''.
menurut pendapat yang sohih kedua malaikat ini ditugaskan kepada orang yang ta'at dan yang tidak ta'at, akan tetapi kedua malaikat ini berlaku lembut kepada orang yang beriman. dan keduanya berkata kepada orang beriman apabila ia diberi taufiq (pertolongan Allah) untuk menjawab (dengan benar) ''NAM NAUMATAL 'ARUUS'' (tidurlah engkau sebagaimana tidurnya pengantin baru)
dan kedua malaikat itu menghardik terhadap orang munafiq dan kafir.
dan dikatakan oleh satu pendapat: '' orang beriman yang bertingkah laku tepat (Lurus) akan didatangi oleh malaikat Mubasysyir dan Basyir.
adapun orang kafir dan orang mukmin yang durhaka akan didatangi oleh malaikat munkar dan nakir'' demikian faidah dari guru kami , Syekh Yusuf di dalam kitab ''Fathul Qadir Al-Murid''.

kisah tentang murid kesayangan dan burung dara

Seorang guru memiliki murid yg diistimewakan, guru itu sering datang kepadanya daripada datang kepada murid-muridnya yang lain. Mereka bertanya kepada gurunya tentang hal itu.
Guru menjawab,''akan saya jelaskan persoalan ini kepada kalian'' selang beberapa waktu guru memanggil murid-muridnya.masing2 diberi seekor burung sambil berpesan,''sembelihlah burung ini di suatu tempat yang tidak diketahui oleh siapapun.''mereka semuanya lantas pergi,dan setelah beberapa lama mereka kembali dengan membawa burung yg telah disembelih di tangan mereka masing2. Akan tetapi, salah seorang dari mereka datang dengan membawa burung yang masih hidup.
Guru bertanya''kenapa burung itu tidak kamu sembelih''
Lalu murid tersebut menjawab:''guru memerintahkan saya agar menyembelih burung ditempat yang tidak diketahui oleh siapapun. Saya sudah berusaha mencari kesana kemari,tetapi tidak menemukan satu tempat pun yang tidak terlihat kecuali dilihat oleh Allah''
Guru itu tersenyum.dengan nada datar, dia berkata,''karna inilah,saya mengistimewakan dia dengan selalu datang kepadanya.''

keadaan Syeikh Asy-Syibily setelah meninggal

Syeikh Asy-Syibily ditanya setelah beliau meninggal ttg keadaan dirinya, didalam mimpi (seseorang), lalu beliau berkata: ''Allah berfirman kepadaku: '' hai Abu bakar, tahukah engkau mengapa Aku mengampunimu?
Aku berkata:''sebab amal sholehku''
Allah berfirman:''bukan''
Aku berkata:''sebab keikhlasan ibadah-ibadahku''
Allah berfirman: ''bukan''
Aku berkata: ''sebab hajiku,puasaku,dan sholatku''
Allah berfirman: ''bukan''
Aku berkata:''sebab hijraku ke orang-orang sholeh dan menuntut ilmu''
Allah berfirman: ''bukan''
Aku berkata: ''Wahai Tuhanku, jadi sebab apa?
Maka Allah ta'ala berfirman: ''ingatkah ketika engkau berjalan di gerbang kota bagdad,lalu engkau menemukan seekor kucing kecil, yg sungguh hawa dingin telah membuatnya lemah,dan ia terpojok karna sangat dinginnya. Lalu engkau mengambilnya karna rasa sayang kepada kucing itu dan memasukannya di jubahmu sebagai perlindungan kepada kucing itu''?
Maka aku berkata: ''ya''
Lalu Allah berfirman: ''sebab rasa sayangmu kepada kucing itulah,maka Aku menyayangimu''

Karamah Sahabat Nabi Muhammad SAW

Karamah Sahabat Nabi Muhammad SAW
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : كَانَ عَبَّادُ بْنُ بِشْرٍ ، وَأُسَيْدُ بْنُ حُضَيْرٍ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَحَدَّثَا عِنْدَهُ حَتَّى إِذَا خَرَجَا أَضَاءَتْ لَهُمَا عَصَا أَحَدِهِمَا فَمَشَيَا فِي ضَوْئِهَا ، فَلَمَّا تَفَرَّقَ بِهِمَا الطَّرِيقُ أَضَاءَتْ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَصَاهُ فَمَشَى فِي ضَوْئِهَا " .
dari anas bin malik, bahwasannya dia mengatakan:''Abbad bin bisyr dan Usaid bin hudair bersama Rasulullah SAW. (pada malam yang gelap gulita) keduanya berbincang di tempat beliau hingga begitu keduanya keluar, tongkat salah seorang dari keduanya menyinari mereka sehingga keduanya dapat berjalan dibawa pancaran sinarnya. begitu keduanya berpisah jalan, tongkat masing-masing dari keduanya menyinarinya hingga dapat berjalan di bawa pancaran sinarnya (hr:Bukhari) l

oleh Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad

oleh Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad
خُذْ يَمِـيْنًا عَـنْ سَبِـيْلِ الظَّالِمِــيْنَ وَاتَّقِ اللهَ تَعَالَى عَنْ مَقَالِ الْمُلْحِـدِيْنَ
Ambillah jalan yang lurus(jalan orang-orang yang salih), berpalinglah dari jalan orang-orang yang zhalim, dan bertakwalah kepada Allah subhanahu wata’ala dengan menjauhi perkataan-perkataan dan perbuatan orang-orang yang membangkang
اَلْإِلَهُ اْلحَـقُّ رَبُّ اْلعَرْشِ رَبُّ اْلعَـالَمِيْنَ هُـوَ رَبُّ اْلأَوَّلِيْنَ هُوَ رَبُّ اْلآخِـرِيْنَ
Dia (Allah) Maha Benar pemilik ‘arsy, Tuhan segenap alam Dialah tuhan para makhluk yang terdahulu dan yang terakhir
هُوَ رَبِّيْ هُوَ حَسْبِيْ هُوَ خَـيْرُ الرَّازِقِيْنَ هُوَ غَفَّارُ اْلخَطَايَا هُوَ خَيْرُ الرَّاحِـمِيْنَ
Dia (Allah) Tuhanku, yang menjadi penyukup bagiku, Dialah sebaik-baik yang memberi, Dia pemaaf atas dosa-dosa, Dialah sebaik-baik yang menyayangi
رَبِّيْ وَاَدْخِلْنَا جَمِيْعًا فِي اْلعِبَادِ الصَّالِحِيْنَ وَارْضَ عَنَّا وَاعْفُ عَنَّا وَأَجِرْنَا أَجْمَعِيْنَ
Ya Allah masukkanlah kami semua dalam golongan hamba-hamba yang shalih, dan ridhailah kami, serta selamatkanlah kami semua
مِنْ عَذَابٍ فِي جَهَنَّمْ اُرْصِدَتْ لِلْمُجْرِمِيْنَ مِنْ عُصَاةٍ فَاسِـقِيْنَ وَعُتَّادٍ كَافِـرِيْنَ
Dari siksa (neraka) jahannam yang disipakan untuk para pendosa,orang-orang fasiq serta kafir
رَبِّيْ اَدْخِلْنَا جِنَانًـا اُزْلِفَـتْ لِلْمُـتَّقِيْنَ إِذْ يُنَـادَوْا نَدْخُلُـهَا بِسَلاَمٍ آمـِنِيْنَ
Ya Allah masukkanlah kami kedalam surga yang telah disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa, dimana ketika mereka dipanggil (maka) kami pun masuk ke dalamnya dengan selamat dan aman.
وَصَلاَةُ اللهِ تَغْشَى أَحْـمَدَ اْلهَادِي اْلأَمِيْنَ وَعَلَى آلٍ وَصَحْبٍ وَ جَـمِيْعِ التَّابِعِيْنَ
Shalawat Allah tercurahkan kepada Ahmad pembawa hidayah yang amanah.. dan atas keluarga dan para sahabat serta semua pengikutnya.

pentingnya adab syariat

وقد قصد أبو يزيد البسطامي إلى زيارة رجل يوصف بالولاية فقعد له في المسجد فلما خرج حضرته نُخامة فرمى بها في حائط المسجد فرجع أبو يزيد ولم يجتمع به وقال كيف يؤمن على أسرار الله من لم يحسن المحافظة على آداب الشريعة.
pada suatu hari Abu Yazid al-Busthami hendak berkunjung ketempat seseorang yang sudah dikenal kewaliaannya.setelah sampai ditempat itu,beliau menunggu sambil duduk di masjid.kemudian keluarlah laki-laki itu dan meludah pada tembok masjid. setelah melihat kejadian itu abu Yazid segera pulang, dan tidak jadi menemui orang itu. lalu Abu Yazid berkata:''bagaimana orang seperti itu mampu dipercaya mengemban rahasia-rahasia Allah, sedang ia adalah orang yang tidak membaguskan penjagaannya terhadap adab-adab syari'at.(r.m.28)l