Jumat, 28 Agustus 2015

pengaruh dunia dalam hati

كلما ضعفت الدنيا في قلبك ضعف أثر الدنيا على قلبك كلما استطعت أن تنظر إلى الناس بعين نظيفة وبرؤيا واضحة كما يقولون، لكن كلما شوشت الدنيا على قلبك تشوشت الرؤية عندك، صار يؤثر فيك النظر إلى الناس إما بانبهار بمن لديه نصيب من السعة في الدنيا وفتح الله عليه بشيء من الرزق أو بغضب منهم بحسد عليه، إما بانبهار وتملق
"Makin lemah dunia d hatimu, makin lemah pula pengaruh dunia d hatimu. Maka kamu senantiasa bisa melihat manusia dg mata yg bersih dan dg penglihatan Yg jelas. Namun ketika dunia mengganggu hatimu, maka cara pandangmu juga akan terganggu.
Hingga cara pandangmu hanya membekas/tertuju pd orang yg memiliki kemewahan dunia dan pd orang yg dibukakan Alloh untuknya (pintu pundi2) rizki. Atau dg cara pandang kebencian kr dorongan kedengkian. Adakalanya dg (menggebu2 ingin) mengalahkan dan kadang kali (ingin) membujuknya. (Yakni dg cara menjadi anjing heldernya)
Rosululloh saw bersabda ;
من تواضع لغني لعناه فقد ذهب ثلثا د ينه
"Barang siapa merendahkan dirinya pd orang kaya kr kekayaannya. Maka 2/3 agamanya sungguh telah lenyap". (H.R Ath Thobroni) is

Kamis, 27 Agustus 2015

tasbih, tahlil dan memuji kepada Rabbul `Alamin

dengan tasbih, tahlil dan memuji kepada Rabbul `Alamin, karena bersyukur dengan apa yang Allah s.w.t telah berikan kepada umat ini, kemudian Allahs.w.t bertanya kepada `Arsy: “Wahai `Arsy-Ku, mengapa engkau mengangkat suaramu?” `Arsy menjawab: “Wahai Tuhanku, telah sampai kepadaku bahwa Engkau saat ini telah mengampuni umat Muhammad s.a.w karena kebaikan mereka dan Engkau telah menolong atas kesalahan mereka dengan kebaikan?” Allah menjawab: “Benar engkau wahai Arsy-Ku, bagi umat Muhammad s.a.w di sisi-Ku ada kemuliaan yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah dibayangkan oleh perasaan di dalam hati”

wa laisa kalim kal habib

Nabi shalallahu alaihi was sallam bersabada: ketika malam mi'raj aku ingin melepas sendal, maka aku mendengar dari ''arah'' Allah ta'ala: '' jangan engkau lepas sendalmu yaa Muhammad agar menjadi mulia arsy dan kursi di bawa sendalmu'' lalu aku berkata: Yaa Rabb engkau berfirman kepada saudaraku Musa '' ikhla' na'laika innaka bil wadi muqaddasi thuwa'', lalu Allah berfirman: izin dariKu yaa abal qasim, Izin dariKu yaa Ahmad, tidaklah engkau seperti Musa, sesungguhnya musa kalimiy dan engkau habibi, wa laisa kalim kal habib (dari kitab sab'iyat)

perbuatan maksiat yang menimbulkan rasa hina di atas ketaatan yang menimbulkan kesombongan

adakalanya perbuatan ma'siyat yang menimbulkan rasa hina dan penyesalan itu lebih baik daripada perbuatan ta'at yang menimbulkan rasa ujub dan sombong
Allah telah mewahyukan kepada Daud Alaihi salam, Hai Daud, katakanlah kepada ahli ma'siyat yang kembali ke jalan benar (karna menyesal) itu ''bergembiralah kalian'' (dengan ampunan Allah) dan katakanlah kepada abid yang ujub (membanggakan amalnya) itu, ''menyingkirlah kalian (dari rahmat Allah).
Maqola kesembilan: (DARI SUFYAN ATS-TSAURIY RA) beliau adalah guru Imam Malik ra. Beliau berkata: (SETIAP MAKSIAT) yang timbul (DARI NAFSU) yakni keinginan jiwa terhadap sesuatu (MAKA HAL ITU DAPAT DIHARAPKAN AMPUNANNYA) yakni ampunan dari maksiat itu.
(SETIAP MAKSIAT) yg timbul (DARI KESOMBONGAN) yakni mengaku mempunyai kelebihan/keutamaan (MAKA SESUNGGUHNYA HAL ITU TIDAK DAPAT DIHARAPKAN AMPUNANNYA, KARNA MAKSIAT IBLIS BERSUMBER DARI KESOMBONGAN) iblis menyangka bahwa sesungguhnya ia lebih baik dari baginda kita Nabi Adam.
(DAN KESALAHAN) Nabi Adam AS. (BERSUMBER DARI NAFSU) dengan sebab keinginan beliau untuk merasakan buah Syahwat yang telah dilarang.

madhab dan akidah habib abdullah bin alwi al hadad

Pada suatu malam hari alhabib abdullah bin alwi alhaddad ra masuk kedalam masjid "albalawy"sebagaimana biasa beliau istiqomah untuk sholat sunnah di seluruh masjid di tharim setiap malam,maka didapati didalam masjid tersebut dipenuhi dgn byk para auliya',maka beliau sedikit mundur sbgai ta'dhim kpd para auliya' yg ada didalamnya,tidak lama kemudian,datanglah alhabib abdullah bin abubakar al idrus mendatangi beliau sambil mengandeng dan memegang tangan beliau dan menyuruh masuk kedalam masjid "ba alwy"sambil berkata: "wahai abdullah alhaddad,inilah kakekmu rasululloh saw,ini kakekmu al faqih almuqoddam,ini al imam seggaf (abdurahman bin muhammad assegaf),dan nabi saw memberkahi beliau serta mendoakanya"
(kalam alhabib alwi bin shahab 1/378)
Ketika seseorang bertanya ttg madhab beliau (dgn maksud dan harapan si penanya beliau menjawab madhabku adalah alqur'an dan hadist) maka aku khawatir untuk ingkar kpd beliau(dgn tidak mengikuti apa yg diutarakan oleh beliau),maka beliau (alhabib abdullah bin alwi alhaddad)menjawab dgn tegas dan jelas:"madhabku adalah muhammad bin idris assafii ra"
(qhoyatul qosd wal murod 1/61)
Sebagaimana wasiat beliau jg kpd para saadah bani alawy dlm qosidahnya untuk memegang teguh kpd akidah ahlusunnah waljamaah yg dikenal dgn "as'ariyah",
alhabib abdullah bin alwi berkata:
وكن اشعاريا في اعتقدك انه
منهل الصافى عن الزيه والكفر
jadilah kalian orang2 yg berakidah ahlusunnah (as'ariyah),ketahuilah bahwa akidah as'ariyah (ahlusunnah) adalah sebuah akidah menuju jalan kemurnian dan terbebas dari kesesatan serta kekufuran

kalam habib abdullah bin umar bin yahya

قال الحبيب عبد الله بن عمر بن يحي : ما نختار البقا في الدنيا إلا لثلاث :
لتعليم أولادنا ، و لقيام الليل ، و وللدعوة إلى الله
habib abdullah bin umar bin yahya berkata: kami tidak memilih tinggal menetap didunia kecuali karna tiga perkara:-untuk mengajar anak2 kami,-untuk bangun malam,dan untuk menyeruh manusia mendekat kepada Allah

istidroj

Abdullah Ibnu Mas'ud ra berkata:
"betapa bnyak org yg diistidroj (ditipu dgn nikmat kerna pnundaan hukuman) dgn nikmat yg dibrikan padanya, betapa bnyak org yg terkna fitnah dgn sbab pujian dan betapa bnyak org yg tertipu dgn ditutupnya aib2nya".
Istidroj adalah nikmat yg diberikan yg justru kerna Alloh swt benci pd suatu org, agar nanti di akhirat tdk ada lgi bagian nikmat untuknya, dgn kata lain menipu dgn memberi anugrah. Dan kta meminta pd Alloh swt smga apapun yg Alloh swt anugrahkan bukan berupa istidroj.
Pujian manusia kadang merupakan bala dan fitnah, bisa jadi karena pujian it seseorg terjatuh dlm ujub yg memakan habis nilai amal dan sebab pujian membuat org lengah dan lalai, pula menimbulkn ksombongan yg tdk disadari, inilah bala'.
Dan trtipu dgn ditutupnya aib2nya oleh Alloh swt, shngga tnang hatinya di dunia dan lalai akan akhirt.
Kita berlindung pd Alloh swt dri tiga hal diats, istidroj brupa nikmat, fitnah brupa pujian dan tipuan brupa trttp aib sndri.
Wallahu a'lam