Rabu, 10 Februari 2016

Abu Muhammad Ruwaim bin Ahmad

Ruwaim bin Ahmad
namanya abu muhammad ruwaim bin ahmad,wafat pada tahun 303H/915M.termasuk guru besar(syaikh) yg paling di hormati,berkebangsaan bagdad,seorang muqri'(ahli membaca qur'an)dan ahli fiqih madzhab Dawud.
Di antara mutiara nasihatnya:
1.di antara hakim yg bijaksana adalah memberi kelonggaran hukum pada orang lain,mempersulit hukum pada diri sendiri.memberikan kelonggaran hukum pada orang lain termasuk mengikuti ilmu,dan mempersulit hukum pada diri sendiri termasuk kebijakan seorang wara'
2.abu abdullah bin khafif pernah berkata kepada ruwaim,''berilah saya wasiat''! Dia menjawab: ''masalah(tasawuf) tidak bisa dicapai kecuali dengan mencurahkan jiwa.memasuki tasawuf harus dengan pencurahan jiwa.jika tidak,janganlah menyelam dalam tasawufmu yang tiada guna.
3.bergaul dengan segala lapisan manusia membuatmu lebih aman daripada bergaul dengan orang-orang sufi saja.karna kebanyakan orang berperilaku sesuai dengan garis hukum,sedangkan kelompok sufi berperilaku di atas prinsip hakikat.orang2 pada umumnya hanya menuntut dhohirnya sariat,sedangkan para sufi menuntut diri mereka pada hakikat wara'dan menetapi ketulusan.barangsiapa yang memasuki dunia mereka dan mengingkari apa yang mereka hakikatkan,maka Allah akan mencabut cahaya iman dari hatinya.
4.saya pernah melewati bagdad pada siang hari yang panas.ketika itu saya berjalan dalam keadaan sangat haus.saya mencoba meminta air minum pada salah seorang penghuni rumah.kemudian muncullah seorang anak perempuan kecil membuka pintu rumah dengan membawa sebuah tempat air minum.ketika melihatku,ia berkata,''seorang sufi minum air di siang hari'' maka sejak itu saya tidak perna membatalkan puasaku.
5.jika Allah memberimu kemampuan untuk memberi nasihat dan mengamalkannya,lalu saya mengambilnya,hal itu adalah nikmat.jika saya melaksanakannya,sedang engkau sendiri tidak mengamalkannya,hal itu adalah musibah bagimu.jika kamu tidak punya nasihat juga tidak berbuat benar,maka hal itu adalah siksaan

Abu Muhammad Ruwaim bin Ahmad

Ruwaim bin Ahmad
namanya abu muhammad ruwaim bin ahmad,wafat pada tahun 303H/915M.termasuk guru besar(syaikh) yg paling di hormati,berkebangsaan bagdad,seorang muqri'(ahli membaca qur'an)dan ahli fiqih madzhab Dawud.
Di antara mutiara nasihatnya:
1.di antara hakim yg bijaksana adalah memberi kelonggaran hukum pada orang lain,mempersulit hukum pada diri sendiri.memberikan kelonggaran hukum pada orang lain termasuk mengikuti ilmu,dan mempersulit hukum pada diri sendiri termasuk kebijakan seorang wara'
2.abu abdullah bin khafif pernah berkata kepada ruwaim,''berilah saya wasiat''! Dia menjawab: ''masalah(tasawuf) tidak bisa dicapai kecuali dengan mencurahkan jiwa.memasuki tasawuf harus dengan pencurahan jiwa.jika tidak,janganlah menyelam dalam tasawufmu yang tiada guna.
3.bergaul dengan segala lapisan manusia membuatmu lebih aman daripada bergaul dengan orang-orang sufi saja.karna kebanyakan orang berperilaku sesuai dengan garis hukum,sedangkan kelompok sufi berperilaku di atas prinsip hakikat.orang2 pada umumnya hanya menuntut dhohirnya sariat,sedangkan para sufi menuntut diri mereka pada hakikat wara'dan menetapi ketulusan.barangsiapa yang memasuki dunia mereka dan mengingkari apa yang mereka hakikatkan,maka Allah akan mencabut cahaya iman dari hatinya.
4.saya pernah melewati bagdad pada siang hari yang panas.ketika itu saya berjalan dalam keadaan sangat haus.saya mencoba meminta air minum pada salah seorang penghuni rumah.kemudian muncullah seorang anak perempuan kecil membuka pintu rumah dengan membawa sebuah tempat air minum.ketika melihatku,ia berkata,''seorang sufi minum air di siang hari'' maka sejak itu saya tidak perna membatalkan puasaku.
5.jika Allah memberimu kemampuan untuk memberi nasihat dan mengamalkannya,lalu saya mengambilnya,hal itu adalah nikmat.jika saya melaksanakannya,sedang engkau sendiri tidak mengamalkannya,hal itu adalah musibah bagimu.jika kamu tidak punya nasihat juga tidak berbuat benar,maka hal itu adalah siksaan

berhati-hati dalam menolak pemberian seorang muslim

(وإياك) أن تكسر قلب مسلم برد صنيعته عليه، وأنت تعلم أن الواصل إليك على يده إنما هو من الله حقيقة وإنما هو واسطة مسخر مقهور وفي الحديث: من أتاه شيء من غير مسألة ولا استشراف نفس فرده فإنما يرده على الله".
وفي الرد آفة عظيمة وهي أن العامة مجبولون على تعظيم من يرد صلاتهم عليهم، فربما كان الحامل لبعض النساك على الرد التظاهر بالزهد؛ حرصاً منه على حصول المنزلة عندهم، ومن ههنا كان بعض المحققين يأخذ من أيدي الناس ظاهراً ثم يتصدق به سراً.
وقد يجب الرد في مسائل، وقد يندب:
"منها" أن يحمل إليك ما تعلم أو تظن بعلامة أنه حرام، أو تحمل إليك صدقة واجبة على ظن أنك من أهلها وأنت لست كذلك.
"ومنها" أن يكون المسدي إليك ظالماً مصراً على الظلم وتخشى إذا قبلت معروفه أن قلبك يميل إليه أو تداهنه في الدين أو يغلب على ظنك أنك متى قبلت شيئا يصير بحيث لا يقبل منك ما تلقيه إليه من الحق.
(1/69)
________________________________________
"ومنها" أن تعلم من حال إنسان أنه يقصد بصلته إضلالك عن سبيل الله بمساعدته على باطل أو ترك حق، ومن هذا القبيل ما يأخذه القاضي والعامل وغيرهما من ولاة الأمور من الخصمين أو أحدهما إذا ترافعا إليهم، وهذا هو الرشا المحرم، وله تتمات مذكورة في مواضعها فعليك بالرد في جميع هذه المسائل المذكورة.

dan hati-hatilah kamu dari menyakiti hati seorang muslim dengan menolak hasil pemberiannya, karna ketahuilah bahwa segala sesuatu yang ada di tangannya pada hakikatnya dari Allah. sedangkan ia hanya sebagai perantara.
Rasulullah saw. bersabda: ''Barangsiapa diberi sesuatu tanpa adanya permintaan dan keinginan untuk memperolehnya lalu ia menolaknya, maka ia telah menolak pemberian Allah. sedangkan bagi penolak terdapat bencana yang besar''
kebanyakan orang awam selalu mengagung-agungkan orang yang menolak pemberian, kadang-kadang sebagian ahli ibadah terdorong menolak pemberian dengan dalil zuhud, tetapi di balik itu mereka menginginkan kedudukan di kalangan kaum awwam. oleh karna itu kaum muhaqiqin menerima pemberian secara terang-terangan kemudian menyedekahkan kembali secara rahasia.
dalam keadaan tertentu engkau wajib menolak pemberian dari seseorang, bila engkau mengetahui dan memperkirakan bahwa barang-barang itu merupakan barang haram.
dan
bila engkau menerima zakat dan pemberipun menyangka engkau berhak menerimanya, padahal keadaan yang sebenarnya tidak demikian.
dan bila pemberi senantiasa berlaku dhalim dan engkau pun takut jika engkau menerima pemberiannya hatimu akan cenderung mengikuti perbuatannya dan menentang ajaran agama, dan engkau yaqin jika suatu saat engkau menerima pemberiannya ia tidak lagi menerima segala perkataanmu yang menunjukan kebenaran.
dan juga bila engkau mengetahui adanya pemberian yang bertujuan menyesatkanmu, dalam menolongnya berbuat kebathilan serta meninggalkan segala sesuatu yang hak.
dalam hal ini pemberian barang dari hakim atau pejabat pemerintah hasil sitaan dua orang yang sedang bersengketa pun hukumnya haram, karna barang-barang itu termasuk suap. oleh sebab itu, hendaklah engkau berhati-hati dan menolak segala pemberian yang telah diterangkan di atas.

berhati-hati terhadap angan-angan mendapat ampunan

(وإياك) وأماني المغفرة القاطعةَ عنها وهي ما تسمعه على لسان طائفة من المغترين من قولهم: (إن الله يغفر الذنوب جميعاً) وهو غنيٌّ عنا وعن أعمالنا وخزائنه مملوءة بالخير ورحمته وسعت كل شيء، مع إصرارهم على فعل المعاصي وترك الأعمال الصالحة، وكأنهم يقولون بلسان أحوالهم أن الطاعات لا تنفع وإن المعاصي لا تضر وهذا بهتان عظيم،
dan berhati-hatilah terhadap angan-angan mendapatkan ampunan yang memutuskan kamu dari mendapatkan ampunan, yaitu perkataan yang kamu dengar dari kelompok orang-orang yang tertipu, seperti perkataan mereka ''sesungguhnya Allah maha mengampuni setiap dosa dan Ia pun tidak membutuhkan kita dan segala amal kita, khazana-khazana-Nya telah dipenuhi dengan krbaikan, dan Rahmat-Nya sangat luas meliputi segala sesuatu'' disertai perbuatan mereka yang terus-menerus melakukan perbuatan maksiat dan meninggalkan amal-amal soleh. mereka ini seolah-olah berkata: bahwasannya keta'atan itu tidak mendatangkan manfa'at dan perbuatan maksiat tidak mendatangkan bahaya. dan ini sungguh merupakan kebohongan yang besar.
وقد قال الله تعالى: (فمن يعمل مثقال ذرة خيراً يره ومن يعمل مثقال ذرة شراً يره)
Allah berfirman:''barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat atom pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,. dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat atom pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya'' (al-zalzalah:7-8)

وقال تعالى: (ولله ما في السماوات وما في الأرض ليجزي الذين أساءوا بما عملوا ويجزي الذين أحسنوا بالحسنى)

dan Allah juga menegaskan:'' dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berlaku jahat terhadap apa yang mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga) (an-najm:31)

وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت والعاجز من أتبع نفسه هواها وتمنى على الله الأماني".

dan Rasulullah saw. bersabda: ''orang yang cerdas ialah orang yang dapat menundukan nafsunya dan beramal untuk (kepentingan) sesudah meninggal dunia. dan orang yang lemah ialah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berharap kepada Allah dengan harapan kosong''
ولو أنك قلت لواحد من هؤلاء المغرورين: اقعد عن الكسب والتجارة والله تعالى يأتيك برزقك لَسخِر منك، وقال ما رأينا شيئا ًيجيئ إلا بالسعي والطلب، بل بالكدِّ والنصَب، مع أن الله تعالى قد تكفل له بالدنيا ولم يتكفل له بالآخرة فهل ذلك إلا انعكاس وانتكاس على أم الرأس!
jika sekiranya engkau berkata kepada orang-orang yang tertipu tadi:'' tidak usah bekerja dan melakukan jual beli dan Allah sungguh akan mendatang rizqimu'' sungguh orang yang tertipu tadi akan mengejekmu dan akan berkata:''tidak pernah kami melihat sesuatu datang dengan sendirinya tanpa ada usaha dan rintangan bahkan jika ingin mendapatkan sesuatu harus disertai dengan banting tulang dan bekerja keras''
padahal Allah swt. sudah menjamin bagi mereka akan rizqi dunianya dan tidak menjamin mereka terhadap urusan akhiratnya.
dan bukankah itu terjadi dikarnakan pemikiran orang2 yang tertipu tersebut otaknya terbalik?
وقد قال الحسن البصري رحمه الله: إن أماني المغفرة قد لعبت بأقوام حتى خرجوا من الدنيا مفاليس، يعني من الأعمال الصالحة، قال رحمه الله: إن المؤمن جمع إحساناً وخوفاً، وإن المنافق جمع إساءة وأمناً فالمؤمن لا يصبح إلا خائفاً، ولا يمسي إلا خائفاً، يعمل ويقول:لعلي أنجو! والمنافق يترك العمل ويقول سواد الناس كثير وسوف يغفر لي. انتهى.

Imam Hasan al-Bashri berkata:'' angan-angan memperoleh ampunan benar-benar telah memperdaya sebagian manusia sehingga mereka keluar dari dunia (mati) dalam keadaan merugi yaitu dari amal-amal soleh''
dan beliau juga berkata:''sesungguhnya orang beriman itu menggabungkan perbuatan baik dan rasa takut, sedangkan orang munafiq menggabungkan perbuatan jelek dan rasa aman. maka seorang mu'min tidaklah memasuki pagi hari kecuali dalam keadaan takut, dan tidak memasuki sore hari kecuali dalam keadaan takut, tidak berjalan kecuali disertai ketakutan kemudian melakukan amal soleh dan berkata, semoga saya selamat (dari adzab Allah), sedangkan orang munafiq mereka meninggalkan amal soleh dan mengatakan kepada manusia banyak, Allah ta'ala akan memberikan ampunan untuk saya''
وقد كان الأنبياء والأولياء مع كمال معرفتهم بالله وحسن ظنهم به وصلاح أعمالهم وقلة ذنوبهم أو عدمها بالكلية في غاية من الخوف والإشفاق (أولئك الذين هدى الله فبهداهم اقتده).
dan sungguh para Nabi dan wali-wali Allah, dengan kesempurnaan ma'rifat mereka kepada Allah dan baik sangkanya mereka kepada-Nya, beramal soleh, sedikit berdosa, atau bahkan sama sekali tidak berdosa, mereka masih merasa takut akan siksa dan Azab Allah swt.
''MEREKA ITULAH ORANG-ORANG YG TELAH DIBERI PETUNJUK OLEH ALLAH, MAKA IKUTILAH PETUNJUK MEREKA'' (al-an'am: 90) l

Minggu, 07 Februari 2016

sedekah untuk orang meninggal

عن ابن عباسٍ رضيَ اللهُ عنهما : «أنَّ رجلاً قال لرسول الله صلى الله عليه وسلّم إن أمَّهُ تُوُفيَتْ أَينفعُها إن تَصَدَّقتُ عنها ؟ قال: نعم
dari Ibn Abbas radhiyaAllahu anhuma: bahwasannya seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah saw. bahwa Ibunya telah meninggal, apakah dapat memberi manfa'at kepadanya jika aku bersedekah atas namanya? nabi menjawab: Iya (dapat memberi manfa'at) (hr:bukhari)

di antara perkataan ibnul farid

"di antara perkataan ibnul farid
من ذا الذي ما ساء قط * ومن له الحسنى فقط
siapakah orang yang tidak pernah berbuat dosa sama sekali, dan
siapakah orang yang hanya memiliki kebaikan?

maka ada hatif (suara yang tidak ada orangnya) yang menjawab:
محمد الهادي الذي * عليه جبريل هبط
'dialah Muhammad sang pemberi petunjuk yang telah turun atasnya malaikat jibril''"

Asal Usul Adanya Garam

(فائدة: في أصل وجود الملح) قيل إن إبراهيم عليه السلام أراد أن يجعل لأمة محمد ص. ضيافة إلى يوم القيامة فقال الله تعالى: إنك لا تقدر على ذلك, فقال:إلهي أنت أعلم بحالي و قادر على إجابة سؤالي, فاستجاب له فأمر جبريل أن يأتي إليه بكف من كافور الجنة و يصعد به إلى جبل أبي قبيس و ينفخه في الجو, ففعل ذلك فانتشر في الأرض, فكل موضع وقع فيه منه شيء صار ملحا إلى يوم القيامة, فجميع الملح في الأرض من ضيافة إبراهيم.
(faidah:asal-usul adanya garam)
dikatakan, bahwa NabiAllah Ibrahim as. menginginkan membuat jamuan untuk umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam hingga hari kiamat, maka Allah berfirman:'' sesungguhnya engkau tidak mampu melakukan itu'' lalu Nabi Ibrahim berkata:'' Ya Tuhanku, Engkau maha tahu dengan keadaanku dan maha kuasa mengabulkan do'aku'' maka Allah swt. mengabulkan do'a Nabi Ibrahim kemudian Allah memerintahkan Jibril as. membawakan kepadanya segenggam dari kapur surga, dan Naik dengan segenggam kapur tersebut ke gunung abi qubais kemudian beliau meniupkannya ke udara, maka menyebarlah kapur tersebut di muka bumi dan setiap tempat yang kejatuhan padanya sesuatu dari kapur itu menjadi asin hingga hari kiamat, maka seluruh garam di muka bumi adalah dari jamuan Nabi Ibrahim as.
النوادر:١٣٥
hehehe